Rabu, 18 April 2012

Ringkasan Pemahaman Materi

Demokrasi : Antar Teori dan Pelaksanaan di Indonesia
Tujuan instruksional khusus
Setelah mempelajarin ini mahasiswa diharapkan dapat:
1.    Menyebutkan pengertian, makna dan manfaat demokrassi
2.    Mengurangin nilai- nilai demokrasi dalam kehidupan masyarakat  Indonesia
3.    Mengetahui prinsip dan parameter demokrasi
4.    Menyebutkan jenis-jenis demokrasi
5.  Membedakan pelaksanaan demokrasi di Indonesia dengan prinsip demokrasi yang universal
6.    Mengembangkan sikap demokrasi kehidupan sehari-hari.

A
Pengantar arti makna, dan manfaat demokrasi

Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos artinya rakyat, kratos berarti pemerintah. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan rakyat, yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang perannan sangat menentukan.
Didalam The Advenced learner’s Dictiornary of Current English ( hornby, dan kawan-kawan) ditemukan bahwa dengan democracy adalah:
1) Country whit principles of governmet in which all adult citizen share though their collected representatives
2)  Country with government which encourages, and aqllows rights of citizenship such; as freedom of speech, religion, opinion,and association, the  assertion of rule of law, majority rule, accompanted by respect for the righits of minorities,
3)   Society in which there is treatment of each other by citizens as equals.”
Dari kutipan pengertian tersebut tampak bahwa, kata demokrasi meeujuk kepada konsep kehodupan Negara atau masyarakat, dimana warga Negara berhak berpartisipsi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang pipilih pemillu.
Manfaat Demokrasi
Manfaat demookrasi sebagai berikut:
        i.          Kesejatraan sebagai warga Negara
      ii.           Memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum
    iii.            Pluralisme dan kompromi
    iv.            Menjamin hak-hak dasar
      v.           Pembaruan kehidupan social


Nilai-nilai sosial

Kehidupan demokrasi tidak akan datang , melainkan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu harus ada keyakinan yang luas dimasyarakat bahwa demokrasi adalah system permerintahan yang terbaik dibandingkan dengan sistem lain.
Untuk menumbuhkan keyakinan dalam demokrasi, maka harus ada pola perilaku yang terjadi tuntunan atau norma/ nilai - nilai demokrasi yang diyakini masyarakat. Nilai – nilai dari demokrasi membutuhkan hal –hal sebagai berikut:
a.     kesadaran akan pluralism
b.     Sikap jujur dan pikiran yang sehat
c.     Demokrasi membutuhkan kerjasama antar warga masyarakat
d.     Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan
e.     Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral
Demokrasi yang dilakukan dengan lima nilai sebagaimana disebutkan yaitu menghargai keberagaman, dilakukan dengan jujur dan menggunakan akal sehat, dilaksanakan kerjasama antar warga Negara, didasari sikap dewasa dan pertimbangan moral, maka dengan setiap keputusan dan tingkah laku akan efesian dan efektif serta pencapaian tujuan masyarakat adil dan makmur akan lebih mudah tercapai.

CPrinsip dan Parameter Demokrasi

Suatu Negara atau pemerintah diktakan demokrasi apabila dalam efesien pemerintahannya mewujudkan prinsip prinsip demokrasi. Menurut Robert A.dahl terdapat enam prinsip demokrasi yang harus ada dalam sistem pemerintahaan, yaitu :
1)      Adanya kontrol atau kendali atas kepuasan pemerintah
2)      Adanya pemilihan yang teliti dan jujur
3)      Adanya hak me,ilih dan dipilih
4)      Adanya kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman
5)      Adanya kebebasan mengakses informasi
6)      Adanya kebebasan berserikat yang terbuka

DJenis –jenis Demokrasi

Demokrasi ada beberapa jenis yang disebabkan perkembangan dalam pelaksanaan diberbagai kondisi dan tempat.
1.    Demokrasi Berdasarkan cara menyampaikan pendapat
a.      Demokrasi langsung
b.      Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan
c.      Demokrasi perwakilan dengan system pengawasan langsung dari rakyat
2.     Demokrasi Berdasarkan Titik Perhatian atau Prioritas
a.    Demokrasi formal
b.    Demokrasi material
c.    Demokrasi campuran
3.      Berdasarkan Prinsip Ideologi
a.   Demokrasi liberal
b.   Demokrasi rakyat atau demokrasi proletar
4.      Berdasarkan Wewenang dan Hubungan Antar Alat Kelengkapan Negara
a.   Demokrasi sistem parlementer
  Cirri –ciri pemerintahannya antara lain:
1)      DPR lebih kuat dari pada pemerintahan
2)  Kepala pemerintahan/kepala eksekutif disebut perdana Menteri dan memimpin kabinet dengan  sejumlah menteri yang bertanggung jawab kepada DPR
3)     Progam kebijkan kepala Negara cabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen
4)   Kedudukan kepala Negara terpisah dari pemerintah, biasanya hanya berfungsi sebagai symbol Negara
5)     Jika pemerintah dianggap tidak mampu, maka anggota DPR (parlemen) dapat meminta mosi tidak percaya kepada parlemen untuk membubarkan pemerintahan
b.  Demokrasi sistem presidensial
  Ciri –ciri pemerinthan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai      berikut:
1)  Negara dikepalai presiden
2)  Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat langsung atau melaluui badan perwakilan
3)   Presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri
4)  Menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR melainkan kepada presiden. Presiden dan DPR mempunyai kedudukan yang sama sebagai lembaga Negara, dan tidak dapat saling membubarkan

EPelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Dalam perjalanan sejarah bangsa, sejak kemerdekaan sampai sekarang, banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat kita ambil, terutama pelaksanaan demokrasi dibidang politik, dan ada empat macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan kita, yaitu:
                               i.            Demokrasi Parlementer (liberal)
                              ii.            Demokrasi Terpimpin
                             iii.            Demokrasi Pancasila pada Orde baru
                             iv.            Demokrasi Langsung pada Era Orde Reformasi


F Mengembangkan Sikap Demokrasi

Bangsa Indonesia saat ini pada Era Reformasi, sedang belajar menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Untuk mengembangkan sikap demokrasi, maka proses pembelajaran dan pendidikan akan lebih efektif bila dimulai dari dini dan dalam keluarga dan juga didunia pendidikan forma.mengembangkan sikap demokrasi lebih baik dimulai sejak usia balita (diibawah umur lima tahun) serta usia anak-anak sekolah (SD, SMP, dan SMA)untuk mengawali proses pembelajaran tentang demokrasi.

Senin, 02 April 2012

tugas softskill pendidikan kewarganegaraan (Amalia Zata Dinni 2ea15 10210591)

1. Rasa hormat dan bertanggung jawab 
Sebagai warga negara Republik Indonesia adalah dengan menghormati antar umat beragama di Indonesia srta sekaligus menghormati hak-hak oranglain tersebut, menghormati hak-hak asasi dan privasi pribadi orang per orang tanpa membedakan ras, warna kulit, maupun golongan . Serta tiap tiap warga negara harus bertanggung jawab menjaga keharmonisan hubungan antar etnis serta keteraturan dan ketertiban negara ini.

2. Bersikap Kritis
Sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang harus dikritisi jika mendengar pendapat yang berbeda beda. Kita tidak boleh bertingkah anarkis. Perbuatan atau respon seseorang dalam menanggapi sebuah keputusan tidak langsung mau menerima hasil dari keputusanadalah arti dari bersifat kritis.

3. Membuka diskusi dan dialog
Jadi dalam negara demokrasi Membuka diskusi dan dialog merupakan sebuah tindakan yang sangat vital dan sangat relevan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang nantinya akan menjadi tolak ukur dalam keselarasan antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini juga dimaksudkan agar para masyarakat ikut berperan dalam pembangunan negara.

4. Bersifat terbuka
Hal ini sangatlah penting dilakukan agar tidak adanya kebohongan kebohongan yang sewaktu-waktu dapat saja terjadi suatu dendam bagi masyarakat dalam pemerintahan. sifat terbuka juga termasuk sifat yang menghargai antar masyarakat.

5. Rasional
Adalah suatu pemikiran yang masuk di akal (logis dan relevan). Suatu keputusan pemerintah harus selalu bersifat Rasional agar keputusan tersebut tidak merugikan warga dan negaranya. 

6. Jujur
jujur adalah sifat yang tidak berbohong dan juga tidak curang. Kejujuran merupakan sesuatu yang mutlak da kejujuran merupakan kunci bagi terciptanya keselarasan dan keharmonisan hubungan antar warga negara.



>> Pengertian visi dan misi :

         Visi dapat diartikan sebagai impian atau cita-cita atau harapan yang diterapkan seseorang untuk melakukan prioritasnya sebagai seorang pimpinan atau pemimpin. Jadi Visi sangat diperlukan untuk melangkah dan mewujudkan sesuatu itu menjadi hal yang bersifat logis dan relevan.
             Misi merupakan apa yang akan dilakukan seseorang untuk mewujudkan atau melaksanakan isi dari visi yang telah disebutkan diatas. Setelah Visi dan Misi terbentuk barulah dapat melakukan apa yang ada di Visi dan Misi tersebut untuk diterapkan kedalam perbuatan atau tindakan yang nyata.
 
>> Visi dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi :

            Visi yang dapat dibentuk dari dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi adalah dengan melakukan lebih banyak lagi tentang makna kewarganegaraan dan terlebih lagi harus diimbangi penerapannya dalam kehidupan secara nyata, agar ketika menghadapi era globalisasi ini sifat dan prilaku kita tidak melanggar etika dan norma-norma yang telah berlaku dalam setiap peraturan Perundang-undangan yang telah ada. Sehingga era globalisasi bukanlah menjadi momok yang menakutkan untuk kita lalui. Karena kita telah dibekali dengan pembelajaran dan penerapan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik itu dinegara kita sendiri ataupun dinegara lain kita tetap memegang penuh pembelajaran dan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan itu.

LINK : http://hardandi.blogspot.com/2012/04/rasa-hormat-dan-tanggung-jawab-dalam.html

Sabtu, 03 Desember 2011

NAMA KOPERASI

koperasi simpan pinjam yang ada di suatu perusahan
bergerak di dalam penyimpanan dan peminjaman uang di dalam suatu perusahaan yang hanya dapat dipinjamkan kepada karyawan perusahaan tersebut

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

EFISIENSI PERUSAHAAN
Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang
kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang
bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh
terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan
utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan
pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas
serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat
ekonomi.
• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input
realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien)

Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di
perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi
menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
(1) Manfaat ekonomi langsung (MEL)
(2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi
antara anggota dengan koperasinya.
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh
kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu
atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban
pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota

Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima
anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
• Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan
kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya
manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara
sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan
Anggaran biaya pelayanan
= Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya
pelayanan BU ke anggota
2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi biaya usaha
Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha

Efektivitas Koperasi
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur
dengan cara membandingkan output anggaran atau
seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau
sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL
= Jika EvK >1, berarti efektif

PRODUKTIVITAS KOPERASI
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas
input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 %
(1) Modal koperasi
PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%
(2) Modal koperasi
(1) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU
sebesar Rp…..
(2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba
bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp…

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem
pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat
dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan
laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara
umum laporan keuangan keuangan meliputi (1) Neraca, (2)
perhitungan hasil usaha (income statement), (3) Laporan arus kas
(cash flow), (4) catatan atas laporan keuangan (5) Laporan
perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil
usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal
dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban
kpd anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha
berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota
dan bukan anggota.
• Perbedaan yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan
merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi.
Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi
satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut
perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu
melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai
perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu
pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau
laporan keuangan gabungan.

PRODUKTIVITAS KOPERASI

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :
PPK = S H U X 100%
Modal koperasi
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62
Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.
RENTABILITAS KOPERASI
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus perhitungan sebagai berukut:
Rentabilitas = S H U X 100%
AKTIVA USAHA
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 518,428,769
Rp. 19.79 %
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kea rah yang meningkat.

Sumber : http://kampus-net.blogspot.com/2009/06/produktivitas-koperasi.html

Kamis, 27 Oktober 2011

Tujuan & fungsi koperasi, organisasi & manajemen (softskill)

TUJUAN & FUNGSI KOPERASI

Tujuan Koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Fungsi Koperasi, Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

1.     Pengertian badan usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara, perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.

2.     Koperasi sebagai badan usaha
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
3.     Tujuan & nilai koperasi
Nilai Koperasi
Nilai nilai koperasi adala nilai egaliterian, kesamaan, kekeluargaan, self help, peduli terhadap sesama dan kemandirian salaha satunya. Koperasi indonesia berangkat dari nilai koletivisme yang tercermin dengan budaya gotong royong



     II.            ORGANISASI & MANAJEMEN
Organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerjasama, dimana kerja sama tersebut direncanakan dalam bentuk stuktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja dalam mencapai tujuan tertentu.
Organisasi adalah struktur hubungan antar manusia berdasarkan wewenang dan kelanggengan dalam sebuah sistem administrasi.

Ilmu Manajemen adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan yang efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan atau melalui orang lain.
Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan penggunaan suatu ilmu dan seni yang bersama-sama menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan.
1.     Bentuk organisasi
·        Organisasi politik
·        Organisasi social
·        Organisasi mahasiswa
·        Organisasi olahraga
·        Organisasi sekolah
·        Organisasi Negara
Organisasi mempunyai berbagai macam bentuk dan dibedakan berdasarkan jumlah pemimpin dan pembagian wewenangnya. Organisasi berdasarkan jumlah pemimpinnya adalah organisasi tunggal dan organisasi jamak. Organisasi berdasarkan pembagian wewenang adalah organisasi jalur, fungsional, jalur dan staff, fungsional dan staff, fungsional dan jalur, dan yang terakhir adalah gabungan dari semua yaitu organisasi jalur, fungsional dan staff.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaXHl0FW3-G0niOcD8Zag9z-G2emYPzYD3-_Dq1kZ-hxCDEP0PunFa1hlEZ1-aFUkgxvMA9z4GmgQct_FjhymrvbdVg0CrTuHYld8gxm1CUr0u0WHt8ehnjsJDLxouj5io2qyV8QJem14/s400/bentuk+organisasi-pwkorganization.blogspot.com.png






2.     Hirarki tanggung jawab
Hirarki (tingkatan) Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.


Kamis, 03 Maret 2011

adverb clause part II

Menggunakan Klausa Adverbia dengan Time Expressions
Dengan Beare Kenneth, Panduan About.com Lihat Lebih Tentang:

    
* Kata sifat dan kata keterangan
    
* Grammar review
    
* Tata bahasa membenturkan
    
* Waktu ekspresi
    
* Adverbia frekuensi
Ini sumber daya menyediakan empat halaman penggunaan klausa adverb termasuk:

    
* Klausa Adverbia dengan Time Expressions
    
Klausa Adverbia * untuk Tampilkan Oposisi
    
* Menggunakan Klausa Adverbia ke Express Kondisi
    
* Adverbia Klausul dengan Ekspresi Sebab Akibat
Halaman pertama berfokus pada klausa adverbia yang sering disebut "klausul waktu" dalam buku-buku tata bahasa Inggris dan mengikuti pola tertentu. Lihatlah tabel di bawah ini untuk mempelajari berbagai penggunaan ekspresi waktu yang berbeda. Tanda Baca
Ketika sebuah klausa keterangan memulai kalimat penggunaan tanda koma untuk memisahkan dua klausa. Contoh: Begitu tiba, kami akan makan siang .. Ketika klausa adverbia selesai kalimat tidak perlu untuk koma. Contoh: Dia memberiku panggilan saat ia tiba di kota.
Adverbia Klausa dengan Time Ketika

    
* Dia sedang berbicara di telepon ketika saya tiba.
    
* Ketika dia menelepon, dia sudah makan siang.
    
* Aku mencuci piring ketika putri saya jatuh tertidur.
    
* Kami akan pergi untuk makan siang bila Anda datang berkunjung.
'Ketika' berarti 'pada saat itu, pada saat itu, dll'. Perhatikan tenses berbeda yang digunakan dalam hubungan untuk butir awal dengan ketika. Penting untuk diingat bahwa 'ketika' mengambil baik ATAU lalu sederhana sekarang - perubahan klausa tergantung tegang sehubungan dengan klausa 'ketika'.
Sebelum

    
* Kami akan selesai sebelum ia tiba.
    
* Dia (telah) meninggalkan sebelum saya menelepon.
berarti 'Sebelum' 'sebelum saat itu'. Penting untuk diingat bahwa 'sebelum' mengambil baik ATAU lalu sederhana saat ini.
Setelah

    
* Kami akan menyelesaikan setelah dia datang.
    
* Dia makan setelah saya (telah) pergi.
berarti 'Setelah' 'setelah saat itu'. Penting untuk diingat bahwa 'setelah' mengambil hadir untuk peristiwa di masa depan dan masa lalu atau masa lalu yang sempurna untuk peristiwa masa lalu.
Sementara, sebagai

    
* Dia mulai memasak sementara aku sedang menyelesaikan pekerjaan rumah saya.
    
* Ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan rumah saya, ia mulai memasak.
'Sementara' dan 'sebagai' berarti 'selama waktu'. 'Sementara' dan 'sebagai' keduanya biasanya digunakan dengan terus menerus terakhir karena arti "selama waktu 'yang menunjukkan suatu tindakan dalam tahap. Pada saat

    
* Pada saat ia selesai, aku telah dimasak makan malam.
    
* Kami akan telah menyelesaikan pekerjaan rumah kami pada saat mereka tiba.
"Pada waktu 'menyatakan ide bahwa satu aktivitas telah selesai sebelum lain. Hal ini penting untuk memperhatikan penggunaan yang sempurna lalu untuk peristiwa masa lalu dan masa depan yang sempurna untuk acara-acara mendatang dalam klausa utama. Hal ini karena gagasan sesuatu yang terjadi sampai ke titik waktu.
Sampai, sampai

    
* Kami menunggu sampai ia menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
    
* Aku akan menunggu sampai Anda selesai.
'Sampai' dan 'sampai' mengekspresikan 'sampai waktu'. Kami menggunakan salah satu masa lalu sekarang atau sederhana sederhana dengan 'sampai' dan 'sampai'. 'Hingga' biasanya hanya digunakan dalam bahasa Inggris lisan.
Sejak

    
* Saya telah bermain tenis sejak saya adalah seorang anak muda.
    
* Mereka telah bekerja di sini sejak 1987.
berarti 'Sejak' 'dari waktu'. Kami menggunakan ini sempurna (kontinu) dengan 'karena'. 'Karena' juga dapat digunakan dengan suatu titik waktu tertentu.
Segera setelah

    
* Dia akan membiarkan kami begitu ia memutuskan (atau segera setelah ia telah memutuskan).
    
* Segera setelah saya dengar dari Tom, saya akan memberikan panggilan telepon.
"Begitu 'berarti' ketika sesuatu terjadi - segera setelah itu '. "Begitu 'sangat mirip dengan' ketika 'itu menekankan bahwa acara ini akan terjadi segera setelah yang lain. Kami biasanya menggunakan Present sederhana untuk kejadian masa depan, meskipun saat ini yang sempurna juga dapat digunakan.
Setiap kali, setiap kali

    
* Setiap kali dia datang, kita pergi untuk makan siang di "Dick".
    
* Kami mengambil kenaikan setiap kali dia kunjungan.
'Setiap kali' dan 'setiap waktu' berarti 'setiap kali sesuatu terjadi'. Kami menggunakan sekarang sederhana (atau masa lalu yang sederhana di masa lalu) karena 'kapan' dan tindakan mengekspresikan kebiasaan 'setiap waktu'.
Dan lain-lain pertama, kedua, ketiga, keempat, berikutnya, terakhir kali

    
* Pertama kali saya pergi ke New York, saya terintimidasi oleh kota.
    
* Aku melihat Jack terakhir kalinya saya pergi ke San Francisco.
    
* Kali kedua aku bermain tenis, aku mulai bersenang-senang.
Dan lain-lain pertama, kedua, ketiga, keempat, berikutnya, waktu terakhir berarti 'yang waktu tertentu'. Kita dapat menggunakan formulir ini untuk lebih spesifik tentang yang waktu beberapa kali terjadi sesuatu.
Lebih Adverbia Klausul

    
* Klausa Adverbia dengan Time Expressions
    
Klausa Adverbia * untuk Tampilkan Oposisi
    
* Menggunakan Klausa Adverbia ke Express Kondisi
    
* Adverbia Klausul dengan Ekspresi Sebab Akibat

Berikutnya Grammar Help

    
* Penjelasan Visual Setiap bahasa Inggris Tense
    
* Pasif Suara
    
* Mendefinisikan dan Non-Mendefinisikan Klausul Relatif
Frase Berguna

    
* Menuntut Penjelasan
    
* Memberikan Peringatan
    
* Penawaran Bantuan
Lebih Grammar Panduan

    
* Panduan untuk Dilaporkan Pidato
    
* Panduan untuk masa lalu dan Past Perfect Continuous Perfect
    
* Panduan untuk Masa Depan dengan Will dan Pergi ke
Artikel Terkait

    
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
    
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia Kondisi mengekspresikan - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
    
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia Kondisi mengekspresikan - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
    
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia - Pendahuluan pada Cara Menggunakan Klausa Adverbia
    
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia untuk Penyebab dan Efek - Cara Menggunakan Klausa Adverbia



link : http://esl.about.com/od/grammaradvanced/a/adverb_clauses.htm

adverb clauseee (tugas softskill)

Adverb Clause
Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
  • Shut the door before you go out.
  • You may begin when(ever) you are ready.
  • While he was walking home, he saw an accident.
  • By the time I arrive, Alex will have left.
  • No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
  • They sat down wherever they could find empty seats
  • The guard stood where he was positioned.
  • Where there is a will, there is a way.
  • Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
  • Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
  • As the time you were sleeping, we were working hard.
  • Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
  • Although it is late, we'll stay a little longer.
  • He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
  • He did as I told him.
  • You may finish it how you like.
  • They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
  • They went to the movie early (in order) to find the best seats.
  • She bought a book so (that) she could learn English
  • He is saving his money so that he may take a long vacation.
  • I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
  • Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
  • It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
  • The soup tastes so good that everyone will ask for more.
  • The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
  • The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
  • I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
  • He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
  • The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
  • It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
  • It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
  • She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
  • They are such beautiful pictures that everybody will want one.
  • Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
  • This is such difficult homework that I will never finish it.

Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1.       Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
  • Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
  • Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
  • Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)
2.       Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as
Contoh:
  • Because he was sleepy, he went to bed.
  • Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
  • As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
  • Inasmuch as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.
3.       Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
  • Alex failed the test because he didn't study.
  • Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
  • Alex didn't study. Consequently, he failed the test.

Catatan:


Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1)      Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a.       ADVERB CLAUSE      : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b.       MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.
2)      Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a.       ADVERB CLAUSE      : Before I left for work, I ate breakfast.
b.       MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.
Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
  • While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
  • While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
  • Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.
2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
  • While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
  • While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.

7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
  • If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
  • She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
  • Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
  • In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
  • The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
  • We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.