koperasi simpan pinjam yang ada di suatu perusahan
bergerak di dalam penyimpanan dan peminjaman uang di dalam suatu perusahaan yang hanya dapat dipinjamkan kepada karyawan perusahaan tersebut
Sabtu, 03 Desember 2011
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI PERUSAHAAN
EFISIENSI PERUSAHAAN
Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang
kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang
bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh
Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang
kelahirannya di landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orangorang
bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh
terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan
utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan
pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas
serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat
ekonomi.
• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input
realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien)
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan
pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas
serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat
ekonomi.
• Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara
membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input
realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien)
Di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di
perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi
menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
(1) Manfaat ekonomi langsung (MEL)
(2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi
antara anggota dengan koperasinya.
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh
kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu
atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban
pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota
perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi
menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
(1) Manfaat ekonomi langsung (MEL)
(2) Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi
antara anggota dengan koperasinya.
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi di peroleh
kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu
atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban
pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima
anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
• Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan
kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya
manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara
sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa
anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
• Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan
kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya
manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara
sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa
Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan
Anggaran biaya pelayanan
= Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya
pelayanan BU ke anggota
2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi biaya usaha
Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha
1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan
Anggaran biaya pelayanan
= Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya
pelayanan BU ke anggota
2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi biaya usaha
Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha
Efektivitas Koperasi
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur
dengan cara membandingkan output anggaran atau
seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau
sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL
= Jika EvK >1, berarti efektif
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur
dengan cara membandingkan output anggaran atau
seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau
sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL
= Jika EvK >1, berarti efektif
PRODUKTIVITAS KOPERASI
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas
input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 %
(1) Modal koperasi
PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%
(2) Modal koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas
input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 %
(1) Modal koperasi
PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%
(2) Modal koperasi
(1) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU
sebesar Rp…..
(2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba
bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp…
sebesar Rp…..
(2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba
bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp…
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem
pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat
dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan
laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara
umum laporan keuangan keuangan meliputi (1) Neraca, (2)
perhitungan hasil usaha (income statement), (3) Laporan arus kas
(cash flow), (4) catatan atas laporan keuangan (5) Laporan
perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasilLaporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem
pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat
dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan
laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara
umum laporan keuangan keuangan meliputi (1) Neraca, (2)
perhitungan hasil usaha (income statement), (3) Laporan arus kas
(cash flow), (4) catatan atas laporan keuangan (5) Laporan
perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.
usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal
dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban
kpd anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha
berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota
dan bukan anggota.
• Perbedaan yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan
merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi.
Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi
satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut
perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu
melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai
perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu
pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau
laporan keuangan gabungan.
PRODUKTIVITAS KOPERASI
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :
PPK = S H U X 100%
Modal koperasi
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62
Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.
RENTABILITAS KOPERASI
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus perhitungan sebagai berukut:
Rentabilitas = S H U X 100%
AKTIVA USAHA
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 518,428,769
Rp. 19.79 %
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kea rah yang meningkat.
Sumber : http://kampus-net.blogspot.com/2009/06/produktivitas-koperasi.html
Kamis, 27 Oktober 2011
Tujuan & fungsi koperasi, organisasi & manajemen (softskill)
TUJUAN & FUNGSI KOPERASI
Tujuan Koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.
Fungsi Koperasi, Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
1. Pengertian badan usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara, perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.
2. Koperasi sebagai badan usaha
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
3. Tujuan & nilai koperasi
Nilai Koperasi
Nilai nilai koperasi adala nilai egaliterian, kesamaan, kekeluargaan, self help, peduli terhadap sesama dan kemandirian salaha satunya. Koperasi indonesia berangkat dari nilai koletivisme yang tercermin dengan budaya gotong royong
Nilai nilai koperasi adala nilai egaliterian, kesamaan, kekeluargaan, self help, peduli terhadap sesama dan kemandirian salaha satunya. Koperasi indonesia berangkat dari nilai koletivisme yang tercermin dengan budaya gotong royong
II. ORGANISASI & MANAJEMEN
Organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerjasama, dimana kerja sama tersebut direncanakan dalam bentuk stuktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja dalam mencapai tujuan tertentu.
Organisasi adalah struktur hubungan antar manusia berdasarkan wewenang dan kelanggengan dalam sebuah sistem administrasi.
Ilmu Manajemen adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan yang efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan atau melalui orang lain.
Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan penggunaan suatu ilmu dan seni yang bersama-sama menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan.
1. Bentuk organisasi
· Organisasi politik
· Organisasi social
· Organisasi mahasiswa
· Organisasi olahraga
· Organisasi sekolah
· Organisasi Negara
Organisasi mempunyai berbagai macam bentuk dan dibedakan berdasarkan jumlah pemimpin dan pembagian wewenangnya. Organisasi berdasarkan jumlah pemimpinnya adalah organisasi tunggal dan organisasi jamak. Organisasi berdasarkan pembagian wewenang adalah organisasi jalur, fungsional, jalur dan staff, fungsional dan staff, fungsional dan jalur, dan yang terakhir adalah gabungan dari semua yaitu organisasi jalur, fungsional dan staff.
2. Hirarki tanggung jawab
Hirarki (tingkatan) Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.
Kamis, 03 Maret 2011
adverb clause part II
Menggunakan Klausa Adverbia dengan Time Expressions
Dengan Beare Kenneth, Panduan About.com Lihat Lebih Tentang:
* Kata sifat dan kata keterangan
* Grammar review
* Tata bahasa membenturkan
* Waktu ekspresi
* Adverbia frekuensi
Ini sumber daya menyediakan empat halaman penggunaan klausa adverb termasuk:
* Klausa Adverbia dengan Time Expressions
Klausa Adverbia * untuk Tampilkan Oposisi
* Menggunakan Klausa Adverbia ke Express Kondisi
* Adverbia Klausul dengan Ekspresi Sebab Akibat
Halaman pertama berfokus pada klausa adverbia yang sering disebut "klausul waktu" dalam buku-buku tata bahasa Inggris dan mengikuti pola tertentu. Lihatlah tabel di bawah ini untuk mempelajari berbagai penggunaan ekspresi waktu yang berbeda. Tanda Baca
Ketika sebuah klausa keterangan memulai kalimat penggunaan tanda koma untuk memisahkan dua klausa. Contoh: Begitu tiba, kami akan makan siang .. Ketika klausa adverbia selesai kalimat tidak perlu untuk koma. Contoh: Dia memberiku panggilan saat ia tiba di kota.
Adverbia Klausa dengan Time Ketika
* Dia sedang berbicara di telepon ketika saya tiba.
* Ketika dia menelepon, dia sudah makan siang.
* Aku mencuci piring ketika putri saya jatuh tertidur.
* Kami akan pergi untuk makan siang bila Anda datang berkunjung.
'Ketika' berarti 'pada saat itu, pada saat itu, dll'. Perhatikan tenses berbeda yang digunakan dalam hubungan untuk butir awal dengan ketika. Penting untuk diingat bahwa 'ketika' mengambil baik ATAU lalu sederhana sekarang - perubahan klausa tergantung tegang sehubungan dengan klausa 'ketika'.
Sebelum
* Kami akan selesai sebelum ia tiba.
* Dia (telah) meninggalkan sebelum saya menelepon.
berarti 'Sebelum' 'sebelum saat itu'. Penting untuk diingat bahwa 'sebelum' mengambil baik ATAU lalu sederhana saat ini.
Setelah
* Kami akan menyelesaikan setelah dia datang.
* Dia makan setelah saya (telah) pergi.
berarti 'Setelah' 'setelah saat itu'. Penting untuk diingat bahwa 'setelah' mengambil hadir untuk peristiwa di masa depan dan masa lalu atau masa lalu yang sempurna untuk peristiwa masa lalu.
Sementara, sebagai
* Dia mulai memasak sementara aku sedang menyelesaikan pekerjaan rumah saya.
* Ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan rumah saya, ia mulai memasak.
'Sementara' dan 'sebagai' berarti 'selama waktu'. 'Sementara' dan 'sebagai' keduanya biasanya digunakan dengan terus menerus terakhir karena arti "selama waktu 'yang menunjukkan suatu tindakan dalam tahap. Pada saat
* Pada saat ia selesai, aku telah dimasak makan malam.
* Kami akan telah menyelesaikan pekerjaan rumah kami pada saat mereka tiba.
"Pada waktu 'menyatakan ide bahwa satu aktivitas telah selesai sebelum lain. Hal ini penting untuk memperhatikan penggunaan yang sempurna lalu untuk peristiwa masa lalu dan masa depan yang sempurna untuk acara-acara mendatang dalam klausa utama. Hal ini karena gagasan sesuatu yang terjadi sampai ke titik waktu.
Sampai, sampai
* Kami menunggu sampai ia menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
* Aku akan menunggu sampai Anda selesai.
'Sampai' dan 'sampai' mengekspresikan 'sampai waktu'. Kami menggunakan salah satu masa lalu sekarang atau sederhana sederhana dengan 'sampai' dan 'sampai'. 'Hingga' biasanya hanya digunakan dalam bahasa Inggris lisan.
Sejak
* Saya telah bermain tenis sejak saya adalah seorang anak muda.
* Mereka telah bekerja di sini sejak 1987.
berarti 'Sejak' 'dari waktu'. Kami menggunakan ini sempurna (kontinu) dengan 'karena'. 'Karena' juga dapat digunakan dengan suatu titik waktu tertentu.
Segera setelah
* Dia akan membiarkan kami begitu ia memutuskan (atau segera setelah ia telah memutuskan).
* Segera setelah saya dengar dari Tom, saya akan memberikan panggilan telepon.
"Begitu 'berarti' ketika sesuatu terjadi - segera setelah itu '. "Begitu 'sangat mirip dengan' ketika 'itu menekankan bahwa acara ini akan terjadi segera setelah yang lain. Kami biasanya menggunakan Present sederhana untuk kejadian masa depan, meskipun saat ini yang sempurna juga dapat digunakan.
Setiap kali, setiap kali
* Setiap kali dia datang, kita pergi untuk makan siang di "Dick".
* Kami mengambil kenaikan setiap kali dia kunjungan.
'Setiap kali' dan 'setiap waktu' berarti 'setiap kali sesuatu terjadi'. Kami menggunakan sekarang sederhana (atau masa lalu yang sederhana di masa lalu) karena 'kapan' dan tindakan mengekspresikan kebiasaan 'setiap waktu'.
Dan lain-lain pertama, kedua, ketiga, keempat, berikutnya, terakhir kali
* Pertama kali saya pergi ke New York, saya terintimidasi oleh kota.
* Aku melihat Jack terakhir kalinya saya pergi ke San Francisco.
* Kali kedua aku bermain tenis, aku mulai bersenang-senang.
Dan lain-lain pertama, kedua, ketiga, keempat, berikutnya, waktu terakhir berarti 'yang waktu tertentu'. Kita dapat menggunakan formulir ini untuk lebih spesifik tentang yang waktu beberapa kali terjadi sesuatu.
Lebih Adverbia Klausul
* Klausa Adverbia dengan Time Expressions
Klausa Adverbia * untuk Tampilkan Oposisi
* Menggunakan Klausa Adverbia ke Express Kondisi
* Adverbia Klausul dengan Ekspresi Sebab Akibat
Berikutnya Grammar Help
* Penjelasan Visual Setiap bahasa Inggris Tense
* Pasif Suara
* Mendefinisikan dan Non-Mendefinisikan Klausul Relatif
Frase Berguna
* Menuntut Penjelasan
* Memberikan Peringatan
* Penawaran Bantuan
Lebih Grammar Panduan
* Panduan untuk Dilaporkan Pidato
* Panduan untuk masa lalu dan Past Perfect Continuous Perfect
* Panduan untuk Masa Depan dengan Will dan Pergi ke
Artikel Terkait
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia Kondisi mengekspresikan - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia Kondisi mengekspresikan - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia - Pendahuluan pada Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia untuk Penyebab dan Efek - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
link : http://esl.about.com/od/grammaradvanced/a/adverb_clauses.htm
Dengan Beare Kenneth, Panduan About.com Lihat Lebih Tentang:
* Kata sifat dan kata keterangan
* Grammar review
* Tata bahasa membenturkan
* Waktu ekspresi
* Adverbia frekuensi
Ini sumber daya menyediakan empat halaman penggunaan klausa adverb termasuk:
* Klausa Adverbia dengan Time Expressions
Klausa Adverbia * untuk Tampilkan Oposisi
* Menggunakan Klausa Adverbia ke Express Kondisi
* Adverbia Klausul dengan Ekspresi Sebab Akibat
Halaman pertama berfokus pada klausa adverbia yang sering disebut "klausul waktu" dalam buku-buku tata bahasa Inggris dan mengikuti pola tertentu. Lihatlah tabel di bawah ini untuk mempelajari berbagai penggunaan ekspresi waktu yang berbeda. Tanda Baca
Ketika sebuah klausa keterangan memulai kalimat penggunaan tanda koma untuk memisahkan dua klausa. Contoh: Begitu tiba, kami akan makan siang .. Ketika klausa adverbia selesai kalimat tidak perlu untuk koma. Contoh: Dia memberiku panggilan saat ia tiba di kota.
Adverbia Klausa dengan Time Ketika
* Dia sedang berbicara di telepon ketika saya tiba.
* Ketika dia menelepon, dia sudah makan siang.
* Aku mencuci piring ketika putri saya jatuh tertidur.
* Kami akan pergi untuk makan siang bila Anda datang berkunjung.
'Ketika' berarti 'pada saat itu, pada saat itu, dll'. Perhatikan tenses berbeda yang digunakan dalam hubungan untuk butir awal dengan ketika. Penting untuk diingat bahwa 'ketika' mengambil baik ATAU lalu sederhana sekarang - perubahan klausa tergantung tegang sehubungan dengan klausa 'ketika'.
Sebelum
* Kami akan selesai sebelum ia tiba.
* Dia (telah) meninggalkan sebelum saya menelepon.
berarti 'Sebelum' 'sebelum saat itu'. Penting untuk diingat bahwa 'sebelum' mengambil baik ATAU lalu sederhana saat ini.
Setelah
* Kami akan menyelesaikan setelah dia datang.
* Dia makan setelah saya (telah) pergi.
berarti 'Setelah' 'setelah saat itu'. Penting untuk diingat bahwa 'setelah' mengambil hadir untuk peristiwa di masa depan dan masa lalu atau masa lalu yang sempurna untuk peristiwa masa lalu.
Sementara, sebagai
* Dia mulai memasak sementara aku sedang menyelesaikan pekerjaan rumah saya.
* Ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan rumah saya, ia mulai memasak.
'Sementara' dan 'sebagai' berarti 'selama waktu'. 'Sementara' dan 'sebagai' keduanya biasanya digunakan dengan terus menerus terakhir karena arti "selama waktu 'yang menunjukkan suatu tindakan dalam tahap. Pada saat
* Pada saat ia selesai, aku telah dimasak makan malam.
* Kami akan telah menyelesaikan pekerjaan rumah kami pada saat mereka tiba.
"Pada waktu 'menyatakan ide bahwa satu aktivitas telah selesai sebelum lain. Hal ini penting untuk memperhatikan penggunaan yang sempurna lalu untuk peristiwa masa lalu dan masa depan yang sempurna untuk acara-acara mendatang dalam klausa utama. Hal ini karena gagasan sesuatu yang terjadi sampai ke titik waktu.
Sampai, sampai
* Kami menunggu sampai ia menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
* Aku akan menunggu sampai Anda selesai.
'Sampai' dan 'sampai' mengekspresikan 'sampai waktu'. Kami menggunakan salah satu masa lalu sekarang atau sederhana sederhana dengan 'sampai' dan 'sampai'. 'Hingga' biasanya hanya digunakan dalam bahasa Inggris lisan.
Sejak
* Saya telah bermain tenis sejak saya adalah seorang anak muda.
* Mereka telah bekerja di sini sejak 1987.
berarti 'Sejak' 'dari waktu'. Kami menggunakan ini sempurna (kontinu) dengan 'karena'. 'Karena' juga dapat digunakan dengan suatu titik waktu tertentu.
Segera setelah
* Dia akan membiarkan kami begitu ia memutuskan (atau segera setelah ia telah memutuskan).
* Segera setelah saya dengar dari Tom, saya akan memberikan panggilan telepon.
"Begitu 'berarti' ketika sesuatu terjadi - segera setelah itu '. "Begitu 'sangat mirip dengan' ketika 'itu menekankan bahwa acara ini akan terjadi segera setelah yang lain. Kami biasanya menggunakan Present sederhana untuk kejadian masa depan, meskipun saat ini yang sempurna juga dapat digunakan.
Setiap kali, setiap kali
* Setiap kali dia datang, kita pergi untuk makan siang di "Dick".
* Kami mengambil kenaikan setiap kali dia kunjungan.
'Setiap kali' dan 'setiap waktu' berarti 'setiap kali sesuatu terjadi'. Kami menggunakan sekarang sederhana (atau masa lalu yang sederhana di masa lalu) karena 'kapan' dan tindakan mengekspresikan kebiasaan 'setiap waktu'.
Dan lain-lain pertama, kedua, ketiga, keempat, berikutnya, terakhir kali
* Pertama kali saya pergi ke New York, saya terintimidasi oleh kota.
* Aku melihat Jack terakhir kalinya saya pergi ke San Francisco.
* Kali kedua aku bermain tenis, aku mulai bersenang-senang.
Dan lain-lain pertama, kedua, ketiga, keempat, berikutnya, waktu terakhir berarti 'yang waktu tertentu'. Kita dapat menggunakan formulir ini untuk lebih spesifik tentang yang waktu beberapa kali terjadi sesuatu.
Lebih Adverbia Klausul
* Klausa Adverbia dengan Time Expressions
Klausa Adverbia * untuk Tampilkan Oposisi
* Menggunakan Klausa Adverbia ke Express Kondisi
* Adverbia Klausul dengan Ekspresi Sebab Akibat
Berikutnya Grammar Help
* Penjelasan Visual Setiap bahasa Inggris Tense
* Pasif Suara
* Mendefinisikan dan Non-Mendefinisikan Klausul Relatif
Frase Berguna
* Menuntut Penjelasan
* Memberikan Peringatan
* Penawaran Bantuan
Lebih Grammar Panduan
* Panduan untuk Dilaporkan Pidato
* Panduan untuk masa lalu dan Past Perfect Continuous Perfect
* Panduan untuk Masa Depan dengan Will dan Pergi ke
Artikel Terkait
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia Kondisi mengekspresikan - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia Kondisi mengekspresikan - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia - Pendahuluan pada Cara Menggunakan Klausa Adverbia
* Bahasa Inggris Klausa Adverbia untuk Penyebab dan Efek - Cara Menggunakan Klausa Adverbia
link : http://esl.about.com/od/grammaradvanced/a/adverb_clauses.htm
adverb clauseee (tugas softskill)
Adverb Clause
Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
- Shut the door before you go out.
- You may begin when(ever) you are ready.
- While he was walking home, he saw an accident.
- By the time I arrive, Alex will have left.
- No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
- They sat down wherever they could find empty seats
- The guard stood where he was positioned.
- Where there is a will, there is a way.
- Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
- Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
- As the time you were sleeping, we were working hard.
- Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
- Although it is late, we'll stay a little longer.
- He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
- He did as I told him.
- You may finish it how you like.
- They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
- They went to the movie early (in order) to find the best seats.
- She bought a book so (that) she could learn English
- He is saving his money so that he may take a long vacation.
- I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
- Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
- It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
- The soup tastes so good that everyone will ask for more.
- The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
- The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
- I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
- He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
- The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
- It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
- It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
- She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
- They are such beautiful pictures that everybody will want one.
- Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
- This is such difficult homework that I will never finish it.
Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1. Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
- Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
- Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
- Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)
2. Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as
Contoh:
- Because he was sleepy, he went to bed.
- Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
- As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
- Inasmuch as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.
3. Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
- Alex failed the test because he didn't study.
- Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
- Alex didn't study. Consequently, he failed the test.
Catatan:
Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1) Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b. MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.
2) Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : Before I left for work, I ate breakfast.
b. MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.
Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
- While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
- While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
- Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.
2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
- While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
- While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.
7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
- If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
- She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
- Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
- In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
- The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
- We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.
Sabtu, 18 Desember 2010
tugas rangkuman (IBD)
A. MANUSIA
Manusia di alam dunia ini mempunyai peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu kimia, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Menurut ilmu fisika, manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi. Ilmu biologi, manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia ialah makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, ini disebut homo economicus. Ilmu sosiologi, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Ilmu politik, manusia adalah makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan. Ilmu filsafat, manusia merupakan makhluk yang berbudaya.
Ada 2 pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, diantaranya :
1). Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, difoto
Manusia di alam dunia ini mempunyai peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu kimia, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Menurut ilmu fisika, manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi. Ilmu biologi, manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia ialah makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, ini disebut homo economicus. Ilmu sosiologi, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Ilmu politik, manusia adalah makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan. Ilmu filsafat, manusia merupakan makhluk yang berbudaya.
Ada 2 pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia, diantaranya :
1). Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, difoto
dan menempati ruang & waktu.
b. Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c. Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan
b. Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c. Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan
memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual
yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d. Nafs : kesadaran tentang diri sendiri.
2). Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
a. Id : merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling Nampak
d. Nafs : kesadaran tentang diri sendiri.
2). Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu :
a. Id : merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling Nampak
menunjukkan ciri alami.
b. Ego : merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali
b. Ego : merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali
dibedakan dari Id sering disebut sebagai kepribadian karena dapat
menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh
orang lain.
c. Superego : merupakan struktur yang paling akhir muncul kira-kira pada usia 5
c. Superego : merupakan struktur yang paling akhir muncul kira-kira pada usia 5
tahun.
B. HAKEKAT MANUSIA
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang
B. HAKEKAT MANUSIA
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang
utuh.
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk
lainnya, karena memiliki daya rasa dalam diri manusia ada 2 macam: inderawi dan
rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindera,
perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,
misalnya:
1. Perasaan intelektual : perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2. Perasaan estetis : perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
3. Perasaan etis : perasaan yang berjenaan denagn kebaikan.
4. Perasaan diri : perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada
1. Perasaan intelektual : perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2. Perasaan estetis : perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
3. Perasaan etis : perasaan yang berjenaan denagn kebaikan.
4. Perasaan diri : perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada
kelebihan dari yang lain.
5. Perasaan sosial : perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau
5. Perasaan sosial : perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau
hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
6. Perasaan religius : perasaan yang berkenaan denang agama/kepercayaan.
c. Makhluk biokultural yaitu makhluk hayati yang budayawi yang meliputi :
6. Perasaan religius : perasaan yang berkenaan denang agama/kepercayaan.
c. Makhluk biokultural yaitu makhluk hayati yang budayawi yang meliputi :
kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas,
bahasa.
d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Sampai sekarang, ilmu psikologi di Negara-negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori –teori yang mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu . Sebaliknya, ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep-konsep yang dapat menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dan lingkungan sosial budayanya.
Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagai subjek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Francis L.K Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung 8 daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
* No. 7 dan 6 : daerah tak sadar dan sub sadar, berada di daerah pedalaman dari alam
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Sampai sekarang, ilmu psikologi di Negara-negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori –teori yang mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu . Sebaliknya, ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep-konsep yang dapat menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dan lingkungan sosial budayanya.
Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu, hanya sebagai subjek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Francis L.K Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung 8 daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
* No. 7 dan 6 : daerah tak sadar dan sub sadar, berada di daerah pedalaman dari alam
jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang tekah terdesak ke
dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh individu yang bersangkutan.
* No. 5 : kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious), lingkaran itu terdiri
dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si individu yang
bersangkutan, tetapi disimpannya saja di dalam alam jiwanya sendiri dan tak
dinyatakan kepada siapapun juga dalam lingkungannya.
* No. 4 : kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious), lingkaran ini di dalam
alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran, gagasan-gagasan dan perasaan
perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu-individu kepada
sesamanya, yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.
* No. 3 : lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang,
binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara
mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat
mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekanan batin atau dikejar-kejar
oleh kesedihan dan oleh masalah-masalah hidup yang menyulitkan.
* No. 2 : lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap saying dan
* No. 2 : lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap saying dan
mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda
benda itu bagi dirinya.
* No. 1 : lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa
* No. 1 : lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa
manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada
dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai
arti dan pengaruh langsung terhadap terhadap kehoidupan sehari-hari.
* No. 0 : linkungan dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan
yang hampir sama dengan pikiran yang terletak di luar masyarakat dan Negara
Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.
Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur. Padahal konsep itu berasal dari orang Eropa Barat dalam zaman ketika mereka berexpansi menjelajahi dunia.
Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, biasanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, piliran preologis, keramahtamahan, dan gotong royong. Sedangakan, kebudayaan Barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna (hubungan hanya berdasarkan prinsip guna), dan individualisme.
D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Deternism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa Sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi/akal. Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.
Jadi, kebudayaan secara umum adalah “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”.
Berikut ini adalah definisi kebudayaan dari beberapa ahli :
- Menurut Herkovits : kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena
Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur. Padahal konsep itu berasal dari orang Eropa Barat dalam zaman ketika mereka berexpansi menjelajahi dunia.
Orang-orang yang sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara populer, biasanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih mementingkan kehidupan kerohanian, mistik, piliran preologis, keramahtamahan, dan gotong royong. Sedangakan, kebudayaan Barat lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna (hubungan hanya berdasarkan prinsip guna), dan individualisme.
D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Deternism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa Sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi/akal. Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.
Jadi, kebudayaan secara umum adalah “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”.
Berikut ini adalah definisi kebudayaan dari beberapa ahli :
- Menurut Herkovits : kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena
kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus.
- Menurut E.B.Tylor : kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,
- Menurut E.B.Tylor : kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan
lain serta kebiasaan kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota
masyarakat.
- Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai
- Menurut Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai
semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
- Menurut Sutan Takdir Alisyahbana : kebudayaan adalah manifestasi dari cara
- Menurut Sutan Takdir Alisyahbana : kebudayaan adalah manifestasi dari cara
berpikir.
- Menurut Koentjaraningrat : Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya
- Menurut Koentjaraningrat : Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya
manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil
budi pekertinya.
- Menurut A.L Krober dan C.Kluckhon : Kebudayaan adalah manifestasi atau
- Menurut A.L Krober dan C.Kluckhon : Kebudayaan adalah manifestasi atau
penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
- Menurut C.A.Van Peursen: Kebudayaan diartikan sebagai manivestasi kehidupan
- Menurut C.A.Van Peursen: Kebudayaan diartikan sebagai manivestasi kehidupan
setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan
hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu
mengubah alam.
Hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci :
- Sistem ideologi : meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hokum yang
Hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci :
- Sistem ideologi : meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hokum yang
berfungsi sebagai pengarahan untuk system social dan berupa interpretasi
operasional dari sistem nilai dan gagasan utama yang berlaku dalam masyarakat.
- Sistem sosial : meliputi hubungan dan kegiatan social di dalam masyarakat.
- Sistem teknologi : meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai
- Sistem sosial : meliputi hubungan dan kegiatan social di dalam masyarakat.
- Sistem teknologi : meliputi segala perhatian serta penggunaanya, sesuai dengan nilai
budaya yang berlaku.
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Melville J. Herkovits mengatakan bahwa ada 4 unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi , sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan, Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga-lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan. Lalu menurut C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem religi ( sistem kepercayaan) : Produk manusia sebagai homo religious,
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Melville J. Herkovits mengatakan bahwa ada 4 unsur dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi , sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan, Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga-lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi kekuatan. Lalu menurut C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem religi ( sistem kepercayaan) : Produk manusia sebagai homo religious,
maksudnya manusia tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan
lain yang Maha Besar.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan : Produk manusia sebagai homo socius.
3. Sistem pengetahuan : Produk manusia sebagai homo sapiens, maksudnya
2. Sistem organisasi kemasyarakatan : Produk manusia sebagai homo socius.
3. Sistem pengetahuan : Produk manusia sebagai homo sapiens, maksudnya
pengetahuan itu dapat diperoleh dari pemikiran sendiri dan didapat juga dari
orang lain.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi : produk manusia
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi : produk manusia
sebagai homo economicus, menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum
terus meningkat.
5. Sistem teknologi dan peralatan : produk dari manusia sebagai homo faber.
6. Bahasa : produk manusia sebagai homo longuens.
7. Kesenian : hasi dari manusia sebagai homo aesteticus.
F. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud, yaitu:
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia: wujud ini disebut system
5. Sistem teknologi dan peralatan : produk dari manusia sebagai homo faber.
6. Bahasa : produk manusia sebagai homo longuens.
7. Kesenian : hasi dari manusia sebagai homo aesteticus.
F. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud, yaitu:
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia: wujud ini disebut system
budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala
manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain.
2. Kompleks aktivitas: berupa aktivitas manusia yang saling berinteraks, bersifat
2. Kompleks aktivitas: berupa aktivitas manusia yang saling berinteraks, bersifat
kongkret, dapat diamati atau diobservasi.
3. Wujud sebagai benda: aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari
3. Wujud sebagai benda: aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari
berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai
tujuannya.
G. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1. Hakekat hidup manusia (MH), hakekat hidup manusia dalam kebudayaan
G. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1. Hakekat hidup manusia (MH), hakekat hidup manusia dalam kebudayaan
berbeda.
2. Hakekat karya manusia (MK), sudah jelas amat berbeda karena manusia
2. Hakekat karya manusia (MK), sudah jelas amat berbeda karena manusia
memiliki kemampuan masing-masing.
3. Hakekat Waktu Manusia (WM), karena memiliki kemampuan masing-masing
3. Hakekat Waktu Manusia (WM), karena memiliki kemampuan masing-masing
maka waktu yang diperlukan juga berbeda.
4. Hakekat alam Manusia (MA), adanya 2 anggapan yang berbeda antara yang pro
4. Hakekat alam Manusia (MA), adanya 2 anggapan yang berbeda antara yang pro
eksploitasi dan ada yang kontra.
5. Hakekat Hubungan manusia (MN), mementingkan 2 hubungan manusia.
H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaannya sendiri, misal
5. Hakekat Hubungan manusia (MN), mementingkan 2 hubungan manusia.
H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaannya sendiri, misal
perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarkat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera,kesenian,dan bahasa.
Beberapa masalah yang menyangkut proses akulturasi kebudayaan ,diantaranya :
1. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
- Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarkat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera,kesenian,dan bahasa.
Beberapa masalah yang menyangkut proses akulturasi kebudayaan ,diantaranya :
1. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
- Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah
dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
- Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar.
- Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakatnya.
2. Unsur-unsur Kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat, misalnya :
- Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi,falsafah hidup,dll.
- Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
3. Pada umumnya, generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat
- Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar.
- Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakatnya.
2. Unsur-unsur Kebudayaan yang sulit diterima oleh sesuatu masyarakat, misalnya :
- Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi,falsafah hidup,dll.
- Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
3. Pada umumnya, generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat
menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok
individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima/tidaknya suatu unsure kebudayaan baru diantaranya :
1. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima/tidaknya suatu unsure kebudayaan baru diantaranya :
1. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan
kebudayaan baru.
2. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur
2. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur
kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru
tersebut.
3. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat
3. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat
dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I. IKATAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu :
1. Eksternalisasi : proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan
I. IKATAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu :
1. Eksternalisasi : proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan
membangun dunianya.
2. Obyektivasi : proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
3. Internalisasi : proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul, manusia/kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
2. Obyektivasi : proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
3. Internalisasi : proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul, manusia/kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
Rabu, 15 Desember 2010
interaksi antara manusia dengan alam (BAB V)
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.[1][2] Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.[3] Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru.[4] Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.
Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu.Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori evolusi melalui seleksi alam.Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah.Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern,yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi alam). Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang keanekaragaman hayati di bumi.
Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
link :
http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini.[1][2] Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam.[3] Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.
Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru.[4] Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.
Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu.Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori evolusi melalui seleksi alam.Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah.Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern,yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi alam). Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang keanekaragaman hayati di bumi.
Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
link :
http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi
Langganan:
Postingan (Atom)
